Thursday, 12 December 2013

[REVIEW] DmC: Devil May Cry


Devil May Cry adalah sebuah franchise game garapan Capcom yang bisa dikatakan sukses besar. Sejak di awal kemunculannya di konsol PlayStation 2, franchise ini telah memikat hati banyak gamer. Salah satu hal yang membuat gamer terpikat dengan game ini tentu saja adalah karakter utamanya, Dante, sang demon hunter. Kini, saya hanya akan membahas versi reboot dari game ini saja yang dirilis di awal tahun 2013 lalu, yakni DmC: Devil May Cry atau juga sering disebut Devil May Cry 5.

Ada beberapa hal yang berubah dalam versi reboot ini. Yang paling signifikan adalah penampilan atau desain karakter Dante yang berubah drastis. Dante yang dulu tampil dengan rambut berwarna putih, kini memiliki rambut berwarna hitam. Ada banyak pro dan kontra dari para penggemar franchise Devil May Cry mengenai perubahaan ini, tapi jika saya boleh berpendapat, saya lebih menyukai penampilan Dante yang sekarang. Selain itu, dalam versi terdahulunya, Dante memiliki latar belakang dari seorang ayah iblis dan seorang ibu manusia. Sedangkan dalam versi reboot, Dante merupakan anak dari cinta terlarang antara seorang iblis bernama Sparda, dan seorang malaikat bernama Eva. Latar belakang tersebutlah yang membuat Dante memiliki ras Nephilim atau yang sering disebut sebagai "third race". Siapa saja yang memiliki ras ini dianggap membahayakan bangsa iblis, karena hanya seseorang yang memiliki ras Nephillim sajalah yang bisa membunuh Mundus, raja iblis.


Bagi orang yang kurang familiar dengan Devil May Cry, mungkin akan tertipu dengan tampilan grafis yang terkesan serius dari game ini. Padahal inti dari game ini adalah having fun, karena gamer dibebaskan untuk bersenang-senang menebas dan menembaki para iblis.
Game ini memiliki penekanan yang lebih selain terhadap iblis juga latar dari game ini sendiri, di mana Limbo City, kota yang dikuasai oleh iblis dan dihuni oleh manusia-manusia yang telah dicuci otaknya, selain sebagai latar juga menjadi salah satu musuh terbesar Dante.


Ada banyak hal yang saya senangi dari game ini, mulai dari plot yang dibuat dengan apik, gameplay yang asyik, juga para boss yang saya anggap menarik. Salah satu boss dari game ini yang paling saya sukai adalah Succubus, yakni iblis berusia 1.200 tahun yang merupakan 'secret ingredient' sebuah produk minuman fiktif, Virillity. Minuman inilah yang membuat manusia menjadi lemah dan mudah dikendalikan oleh iblis. Alasan saya menyukai Succubus karena tutur bahasanya yang kasar. Memang aneh, tapi menurut saya, itulah daya tarik yang membuat Succubus menjadi salah satu boss terbaik, selain sang boss utama, Mundus.


DmC: Devil May Cry adalah sebuah game reboot yang berhasil digarap dengan sangat baik oleh Ninja Theory, selaku developer. Game ini berhasil menjadi sarana hiburan yang efektif di waktu senggang, berkat gameplay yang addictive. Meskipun banyak penggemar lama yang mempermasalahkan penampilan baru Dante, tapi sebenarnya baik buruknya penampilan Dante tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas game ini.

Developer: Ninja Theory
Publisher: Capcom
Platform: PlayStation 3
Score: 4.5/5 stars

5 comments:

  1. Kirain saya film mbak, ternyata ini game toh...
    sepertinya game ini seru banget ya :)

    ReplyDelete
  2. Game DMC yg baru memang keren....pernah main tp belum smpt namatin :D

    ReplyDelete
  3. aseli ini gamenya keren banget
    http://susuetawaaulia.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Gue pernah nyoba gamenya di Xbox 360, rada susah sih. Soalnya gue gak punya background main game sebelumnya hehe

    Tapi jujur, itu Dante ganteng banget *-*

    ReplyDelete