Saturday, 21 December 2013

[REVIEW] Beyond: Two Souls


Tahun 2013 merupakan akhir dari era PlayStation 3 juga konsol generasi 7 lainnya. Oleh karena itulah, Sony Computer Entertainment merilis beberapa game eksklusif untuk PlayStation 3 sebagai ajang untuk menutup buku dari konsol populer yang hingga kini telah terjual lebih dari 80 unit ini. Salah satu dari game eksklusif tersebut adalah Beyond: Two Souls. Game ini digarap oleh Quantic Dream, yakni sebuah game developer asal Prancis yang khusus membuat game-game interactive.

Beyond: Two Souls sendiri bercerita mengenai Jodie Holmes (Ellen Page) yang sejak lahir memiliki kemampuan supernatural dimana Jodie memiliki sebuah entity yang selalu menemaninya bernama Aiden. Karena dianggap aneh oleh orangtuanya, Jodie pun ditinggalkan di sebuah Department of Paranormal Activity atau DPA, yaitu sebuah departemen fiksi yang menangani dan melakukan penelitian mengenai Infraworld. Selama berada di sana, Jodie cukup dekat dengan dua orang researcher, yakni Nathan Dawkins (Willem Dafoe) dan Cole Freeman (Kadeem Hardison).


Beyond: Two Souls mengusung gaya penceritaan yang cukup unik, yakni menggunakan narrative nonlinear, mirip dengan film Inception. Oleh sebab itulah, gamer seakan diajak masuk ke dalam sebuah mesin waktu, yang memungkinkan gamer untuk melihat kehidupan Jodie, baik di masa lalu maupun di masa sekarang dalam kurung waktu lebih dari 15 tahun. Game ini juga turut menawarkan sebuah plot yang menggali salah satu pertanyaan semua umat manusia, yakni apa yang terjadi setelah kematian. Meskipun pencarian jawaban mengenai pertanyaan itu dapat digali dengan cukup baik, saya menanggap beberapa plot dalam Beyond: Two Souls rasanya kurang konsisten dan cenderung melenceng dari maksud dan tujuan game ini yang sebenarnya.


Sebagai sebuah game interactive, game ini memang melibatkan gamer dalam hampir setiap hal. Gamer juga diberi kebebasan untuk memainkan karakter Jodie maupun Aiden. Dan bila dibandingkan dengan Heavy Rain, salah satu game interactive yang juga merupakan garapan Quantic Dream, Beyond: Two Souls memang jauh lebih membebaskan para gamer, meskipun masih menjunjung tinggi feature Quick Time Events yang sama. Genre drama dan action yang ditawarkan juga disatukan dengan cukup baik oleh David Cage, selaku orang berjasa di balik game ini.

Teknologi motion capture yang ditawarkan juga digarap dengan baik sehingga tampak begitu mengesankan. Ketika memainkan game ini, saya merasa seperti ikut serta dalam sebuah film, hanya saja keikutsertaan saya berada dalam tubuh Ellen Page. Kepercayaan yang diberikan Quantic Dream kepada Ellen Page, untuk menjadi model motion capture dan voice actress karakter Jodie Holmes ternyata dapat ia lakukan dengan sangat baik. Ia berhasil membuat karakternya tampak begitu menarik, bahkan ketika karakternya menjadi seorang gelandangan sekalipun. Tak heran, ia berhasil mendapatkan nominasi Best Voice Actress dalam sebuah ajang penghargaan VGX yang digelar Spike TV.

Beyond: Two Souls memang menarik untuk dimainkan. Gameplay yang ditawarkan terkesan berbeda dari game lainnya tetapi menyenangkan untuk kita jajal. Hanya saja, tidak konsistennya plot yang dihadirkan sedikit mencoreng game ini. Meskipun begitu, game ini masih layak untuk dimainkan.

Developer: Quantic Dream
Publisher: Sony Computer Entertainment
Platform: PlayStation 3
Score: 4.5/5 stars

22 comments:

  1. keren kayak 3D, sayang gw bukan pecinta game.., thx infox ya.., btw folbek ya.. *smile

    ReplyDelete
  2. gamenya keren, 3D :D yeaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia keren mbak Dwi, ya kayak saya gitu deh :D

      Delete
  3. Ga suka main game saya tp tampaknya menggoda untuk dicoba

    ReplyDelete
  4. gw suka banget sama ellen page, pingin nyoba gamenya tapi cuman buat ps3 ya? :(

    ReplyDelete
  5. PS 3 selalu menyajikan game yang bagus untuk menjadi ajang hiburan di kalangan muda :D

    ReplyDelete
  6. beh gamenya emang keren sob di ps3 ini sudah kaya 3D

    ReplyDelete
  7. Bertandang dulu ....salam kenal

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. The Sims itu game life simulation, kalau ini game drama yang interactive hehe :D

      Delete
  9. saya lebih suka game perang daripada game seperti ini, biasanya game seperti ini harus memutar kepala sampe berkali2 haha

    ReplyDelete
  10. wah sepertinya keren ini mbak game nya. Tapi saya lebih suka game petualangan :)

    ReplyDelete
  11. salah tulis mungkin ya..bukan terjual 80 unit, tapi 80juta unit ,,,
    kalau cuma 80 unit kenapa bisa dikatakan konsol game populer :-)

    ReplyDelete
  12. seumur-umur saya belum pernah main playstation loh

    ReplyDelete
  13. Game nya keren banget,,, tapi ko cuman baru laku 80 unit ya... :)

    ReplyDelete
  14. game keren banget, pengeen main kapan'' :)

    ReplyDelete
  15. Selamat malam Mbak El mantap dan keren game drama nya
    Saya pernah lihat namun pernah punya saya minta yah Mbak
    Terima kasih sudah berbagi :)

    ReplyDelete
  16. kelihatanya keren ni gamenya tapi sepertinya berat ya

    ReplyDelete
  17. nah, game game seperti ini yang aku suka.. :)

    ReplyDelete
  18. Quantic Dream, caption motionnya perfect, L.A Noire bisa kalah nih dalam hal pengungkapan ekspresi emosi setiap karakter-nya.

    ReplyDelete